PROGRAM KELUARGA HARAPAN

Wabup Muzakkar dalam sambutannya mengatakan Program Keluarga Harapan merupakan upaya pemerintah memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Dia mengharapkan agar bantuan PKH ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian untuk Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen Drs Murdani dalam laporannya menyebutkan, penyaluran bantuan sosial PKH Tahun 2017 di Bireuen dilaksanakan secara Non Tunai melalui lembaga Bayar Bank BRI. “Pencairan bantuan melalui mekanisme prbankan dapat dicairkan di agen bank yang ditunjuk, e- warong, ATM maupun outlet Bank tanpa biaya adminsitrasi,” katanya. Dikatakan Murdani, bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) semula bervariasi sesuai tingkat pendidikan dan kondisi kesehatannya, maka pada tahun 2017 diberikan flat sebesar Rp 1.890.000 per tahun bagi lansia diatas 70 tahun dan penyandang disabilitas berat. Bantuan diterima sebanyak 4 kali setahun masing-masing sebesar Rp 500 ribu setiap tahapnya. Pada kesempatan ini, sebutnya, akan disalurkan bantuan PKH Tahap IV sebanyak 350 PKM yang mewakili 17 kecamatan di Bireuen. Hadir pula 10 anak berprestasi di tingkat nasional dalam bidang olahraga, pendidikan dan kesenian, salah satunya Safira, juara 1 Lomba menganyam tingkat nasional dan Karina Ulfa juara 1 lomba pidato tingkat provinsi. Bank BRI memberikan apresiasi berupa tabungan Bea siswa sebesar Rp 250 ribu per siswa. Disebutkan Murdani, bantuan sosial untuk Bireuen dari Kemensos pada tahun 2017 sebesar Rp 85.103.437.200 , diserahkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa bantuan PKH Non Tunai sebesar Rp 27.395.550.000 bagi 14.495 penerima. “Bantuan Beras Sejahtera (Rastra) sebesar Rp 56.430.367.200 kepada 41.495 penerima dan Bantuan Sosial Disabilitas untuk 5 orang sebesar Rp15.000.000,” Kepala BRI Cabang Bireuen, Syukri menyebutkan BRI telah menyalurkan 14.482 kartu Bansos, selama ini penyaluran berjalan lancar tanpa kendala. “Kami juga melakukan Operasi Senyap, membebaskan masyarakat dari kemiskinan, memberikan beasiswa 10 penerima PKH untuk berprestasi, untuk petugas kebersihan, dan memberikan akat peraga untuk madrasah-madrasah yang ada di Bireuen,” sebutnya. Selain itu, katanya, melakukan rehab tempat ibadah, rehab rumah tak layak huni, pasar murah untuk 1000 fakir miskin dan lainnya merupakan bentuk komitmen BRI..