PEMRINTAH KABUPATEN BIREUEN MENGENANG 16 TAHUN MENINGGALNYA dr.FAUZIAH

Humas (Bireuen),Warga Kecamatan Peudada mengenang sosok Pejuang kemanusia dalam bidang medis dr. Fauziah dengan menggelar sebuah kegiatan khusus yang bertema “Mengenang 16 tahun meninggalnya dr. Fauziah” di Gampong Cot Kruet,Senin 25/5.
dr. Fauziah meninggal dunia pada 25 Mei 1999 akibat terjadinya kontak tembak pada awal konflik bersenjata di Aceh sebelum terjadinya sebuah kesepakan damai antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia pada tahun 2005.
Hadir pada acara “Mengenang 16 tahun meninggalnya dr. Fauziah” yang turut dibarengi dengan santunan kepada anak yatim, adalah Bupati Bireuen yang diwakili Kabag Humas dan Protokoler Kab. Bireuen Farhan Husein, SE, MM, Anggota DPRK, Ketua MPU Tgk. H. Hanafiah Hamzah, Direktur RSU dr. Fauziah dr. Mukhtar MARS, Camat Peudada Drs. M. Hasan Daulay dan Unsur Muspika, keluarga almarhumah dr. Fauziah, tokoh masyarakat, tokoh KPA dan sejumlah warga.
Panitia pelaksana mengatakan Peringatan meninggalnya dr. Fauziah yang digelar ini merupakan peringatan pertama yang diadakan oleh masyarakat dengan dukungan para tokoh-tokoh sekecamatan Peudada, para donatur dan warga. “Di lokasi tertembaknya dr. Fauziah 16 tahun direncanakan akan dibangun monumen, tempat ini akan kita jadikan sebuah prasasti sejarah untuk Aceh, sebagai bentuk pemberitahuan kepada anak cucu kita bahwa disinilah terjadi peperangan pertama di Aceh pada tahun 1999 yang kemudian menyebar keseluruh pelosok di tanah rencong”, ujar Ketua panitia pelaksana kegiatan Tgk Abdullah A. Jalil.
Ia juga menambahkan, “semua orang mengakui ini, dan kita akan buat monument untuk mencatat sejarah tersebut. Untuk langkah pertama di lokasi rencana pembangunan monument dr. Fauziah kita sudah membebaskan lahan dan juga sudah didirikan balai yang dananya bersumber dari hibah dan sumbangan serta partisipasi warga, bangunan ini akan menjadi modal untuk membangun seluruh lokasi hingga siap, kita harap donatur dan pemerintah bisa proaktif mendukung dan membantu sehingga monument sejarah ini nanti bisa siap sepenuhnya”, ungkap Abdullah.
Sementara itu, Bupati Bireuen yang diwakili Kabag Humas dan Protokoler Kabupaten Bireuen Farhan Husein, SE, MM dalam sambutannya menyambut baik serta mendukung terhadap rencana warga yang ingin membangun monument dr. Fauziah. “Apa lagi namanya sudah ditabalkan pada RSU Kabupaten, yaitu RSU dr. Fauziah Bireuen, kedepan kita harap untuk dapat dibicarakan lebih lanjut antara pihak rumah sakit dan dinas kesehatan dengan Bupati, DPRK serta para stakeholder lainnya, sehingga tempat ini bisa menjadi salah satu objek sejarah nantinya”, jelas Farhan.
Direktur rumah sakit umum dr. Fauziah Bireuen dr. Mukhtar, MARS dengan ketua panitia pelaksana di lokasi akan berkoardinasi, bertemu dan duduk membicarakan berbagai hal menyangkut pembangunan monument dr. Fauziah sehingga lebih sempurna baik pembangunan, dan manfaatnya serta mempuyai pesan serta makna dari monoment tersebut. ..

Download File